Refresing Muhammadiyah
Banyak agenda yang didasari tentang pengajian namun kali ini namanya cukup menarik. Refresing seringkali dimaknai dengan bersenang senang. berbeda dengan Muhammadiyah, dalam hal ini makna refresing sangat luar biasa yaitu dengan pengajian dan siraman rohani. Salah satunya adalah yang diadakan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surakarta dengan pembicara Dr. H. Abdul Mu'ti, M.Ed 20 Juni 2016 / 17 Ramadhan 1437 jam 20.00 sampai elesai Di Balai Muhammadiyah Surakarta.
Temanya "Ramadhan dan Spirit Baru Melaksanakan Amanah Persyarikatan" menurut pak Mu'ti
Gerakan adalah proses yang dinamis . Muhammadiyah mesti mesti move on. Gerakan harus proaktiv. Dalam beberapa hal harus agresif . Tidak hanya bersegera dalam kebaikan namun fastabiqul khoirot.
Dakwak itu tidak harus berupa retorika dan orasi . Memberikan contoh itu juga merupakan dakwah . Harapannya adalah dapat mencari model atau bentuk dakwah dalam masyarakat sesuai perkembangan zaman.
Sesuai temanya amanah dan bisa disebutkan sebagai kepercayaan.
Kepercayaan itu bisa diperoleh jika kita menerapkan tramsparansi.
Selain transparansi juga akuntabilitas dimana tidak hanya melaporkan suatu apa adanya namun juga penjelasan maknanya .. sebagai contoh muhammadiyah membeli mobil disini transparansi memandang sisi harga dan kondisi mobil secara transparan jika akuntabilitas menjelaskan manfaat serta kebituhan mobil tersebut secara mendalam untuk apa .
Amanah itu juga berarti beban. Tidak hannya berkaitan dengan pekerjaan tapi juga mencerminkan kedudukan kita dimana Tidak hanya keaadaan diri namun keluarga. #Habis ngritik trus ghoib hilang entah kemana#
Dalam hal ini Perwujudan dari muhammadiyah sebuah gerakan tidak hanya move on namun juga modis .
Tidak boleh ketinggalan zaman dan harus dinamis.
Sebagai contoh sekolah sekarang yang menggunakan model moving class disesuaikan dengan mapel yang diampu bahasa inggris ya kelas itu disetting bahasa inggis dan lagi
Mengelola rumah sakit pasien datang dan disambut dengan senyuman berbeda dengan pasien yang disambut dengan ceberut dan bahkan ditanya reguler atau bpjs bisa tambah sakit itu pasien, dan pasien ini menjadi peluang bagi karyawan setempat untuk memperoleh pahala atau kebaikan dengan cara memperlakukan pasien dengan ramah .
KemudianModis itu apa yang diperlukan oleh masyarakat . Misal masyarakat sudah berkembang dan kita belum berkembang maka ditinggalkanlah kita .
Tiga pilar yang mesti menjadi dasar gerakan modis.
1. Melihat apa yang berubah di masyarakat.
2. Yang nerubah di masyarakat karena apa. Dasar memberiakn mesti mendatangkan manfaat bagi masyarakat.
3. Menengok kembali teks teks yang menjadi dasar pergerakan. Tafkiyatun nafs menjadi sangat penting dikarenakan manusia yang tidak memiliki kebersihan jiwa maka akan menjadi kikir bahil dan konsumtif dan tidak merasa cukup. Rasa syukur menjadi hal yang dapat kita tanamkan untuk menikmati setiap langkah pergerakan dan jangan menjadi orang yang merasa kurang. Semoga harapan tujuan Muhammadiyah menjadikan masyarakat berkemajuan menghadapi zaman dapat terwujud dan diridhoi Allah SWT . Amin ...
Anak Kuliah “ Setelah dijalani, ternyata kuliah itu sibuk. Banyak tugas. Dosen juga lebih keras ketimbang guru,” begitulah pengamatan Jati yang menempuh pendidikan teknik elektro di universitas surakarta. Hary teman sekelasnya juga mengalami hal serupa. Menurutnya, kuliah terkesan santai karena dosen relatif cuek sama mahasiswa. “Dosen nggak peduli mahasiswanya mau masuk kelas atau nggak, dan apakah mereka paham materinya atau tidak,” curhatnya. Intinya sih, anak kuliah dituntut untuk lebih bertanggungjawab terhadap dirinya sendiri. Kalau mau lulus mata kuliah, ya harus rajin. Semua harus dilakukan dengan kesadaran sendiri, karena nggak ada pengajar atau guru BP yang akan bolak-balik mengingatkan.