Gunung Lawu (3.265 m) terletak di pulau jawa, tepatnya di perbatasan
Provinsi Jawa Tengah dan Jawa
Timur. Status gunung ini adalah gunung api "istirahat" dan telah lama
tidak aktif, terlihat dari rapatnya vegetasi serta puncaknya yang tererosi. Di
lerengnya terdapat kepundan kecil yang masih mengeluarkan uap air (fumarol) dan
belerang (solfatara). Gunung Lawu mempunyai kawasan bermacam Hutan. Gunung Lawu adalah
sumber inspirasi bagi para pendaki.
Gunung Lawu memiliki tiga puncak, Puncak Hargo Dalem, Hargo Dumiling
dan Hargo Dumilah. Yang terakhir ini adalah puncak tertinggi.
Di lereng gunung ini terdapat sejumlah tempat yang populer
sebagai tujuan wisata, terutama di daerah Tawangmangu, Cemorosewu, dan
Sarangan. Agak ke bawah, di sisi barat terdapat dua komplek percandian dari
masa akhir Majapahit yaitu candi Sukoh dan candi Cetho.
Di lain sisi kami tertantang untuk sampai ke Hargo Dumilah yang
konon katanya memerlukan perjalanan dan pengorbanan ekstra untuk menuju ke
sana. Perjalanan di mulai dari solo 31 Desember 2014 pukul 19.00 bersama om
jacko. Tante Rissya. Mbak Nela .mas Fitri . dan Mbak Widhi menaiki motor
seadanya melewati jalan gelap meliku
liku menuju ke cemoro sewu tempat awal pendakian. Puji Syukur Kami sampai di
pos awal pukul 08.00 . dan kami mulai persiapan membawa tas carier 70 liter
woow yang terberat berisi tenda dan air mineral dan doa bersama pun dilantunkan
untuk mulai pendakian. Elaska hok yess
Di awal perjalan kami berjalan santai menikmati dinginya udara
sambil berbanyol candaan. Setelah tertawa berlari dan bercanda sepertinya ada
salah satu teman yang butuh minum kemudian dikasih minum ***** teparlah dia. Karena
minumanya tidak sesuai dengan kondisinya . untuk awal perjalanan gunakanlah air
bening biasa. Jangan yang macem macem meskipun enaknya melebihi ara* . “matrass
mana matrasnya” begitu katanya usai tak dapat menahan tubuhnya.
Setelah semuanya oke perjalanan kami lanjutkan dan akhirnya
sampai di pos bayangan (sebelum pos 1) di situ terdapat sumber mata air dan
terdapat tempat yang cukup untuk mendirikan tenda. Akhirnya kami mendirikan 2
tenda ukuran 4 orang. Setelah tenda berdiri beruntunglah kami ternyata kondisi
kabut mulai turun dan meneteskan air. Kami pun mulai menghangatkan diri dengan
membuat susu hangat dan mie rebus di tenda. Bersyukur sekali atas nikmatnya
waktu itu jika teman teman mengetaui
Kami pun Tidur malam dengan nyenyak dan bangun pukul 04.00
karena alaram bunyi .karena masih nikmat kami pun terlelap kembali sampai
terbangun pukul 06 pagi .. haduh sunsetnya udah kelihatan. Eh sunrise.. kmi pun
berkemas dan melanjutkan perjalanan.
Setapak demi setapak jalan setapak kami lewati berpas pasan
dengan pendaki lainya kami beri salam semangat dan salam motivasi. Asyiknya perjalanan
waktu itu. Satu hal utuk pengalaman jika merasa gerah dengan pakaian atau jaket
dan melepasnya segera masukan ke dalam tas karena tak tau bisa bisa tersangkut
di pohon.“Termasuk temanmu jika kau merasa gerah dan ingin melepasya. Siap siap
saja menemuinya tersangkut di pohon He.he.”
Perjalanan
yang panjang dari pos 1 sampai pos 2 dari pos 2 ke pos 3,4,5 cukup menantang
karena tanjakan tanjakan setan ada di antaranya . kami pun cukup kehabisan
nafas melewatinya 1-3 langkah yang bisa kami jangkau dan 1-3 langkah itu kami
butuh waktu 15 menit untuk mengembalikan kondisi tubuh ,. Huh
Dan akhirnya
kami pun sampai di puncak pukul 16.00 kami pun beristirahat sejenak sambil
makan dan 17.00 kami mendirikan tenda persis di sendang hargo dumilah. Dingin sekali
kondisi pada waktu itu ditambah angin kencang beserta kabutnya. Meskipun kondisi
kurang mendukung akhrirnya kami daapat mendirikan tenda dengan kokoh sampai
pukul 18.00 . seperti biasa kami menghangatkan
diri dengan membuat susu hangat dan mie rebus. Meskipun air sudah
mendidih tetap saja terasa hangat di mulut kami tidak tahu kenapa mungkin karena
cuaca yang ssangat dingin.
Sambil menikmati
bekal makanan yang dibawa kami pun selalu berbagi candaan dan tawa cerita
sampai sampai memecah keheningan malam di puncak hargo dumilah. Puji syukur kami ucapkan dalam batin
atas nikmatnya malam pada waktu itu.
Begitu henningnya
malam kami pun malu dengan alam karena candaan kami yang mungkin terlalu gaduh, alhasil pukul
19.15 kami memutuskan untuk melanjutkan di atas bahtera mimpi alias tidur . di
antara diginya malam di puncak, kami berbagi tempat dan menggunakan sleeping
bed dengan maksimal dibalut kaos kaki dan sarung tangan menambah kenyamanan dan
tak lupa penutup kepala yang menambah kehangatan. Dalam sekejap kami pun
tertidur pulass diantara gemuruh awan yang menembus gunung. Malam begitu
panjang kami sesekali terbanngun untuk sekedar merapikan selimut. Namun ada
saalah satu teman yang mungkin tak kuat menahan dinginya malam sampai
mengeluarkan sesuaatu dari tubuhnya yang kemungkinan bisa membakar ap itu kami
juga tak tau karena tak berbentuk. Daripada kembung di perut .hehe,
Puji syukur
kami panjatkan karena kami semua dapat terbangun dengan selamat pada pukul
05.00 akan tetapi cuaca tak mendukung pada kami semua karena kondisi masih
menitikkan air . sunrise yang kami tunggu pun tak kunjung kelihatan. Tapi kami
tak patah semangat segera kami menghangatkan diri kembali dengan secangkir susu
hangat . emmm nikmatnya pagi hari, Puji syukur kembali kami lantunkan dalam
batin.
Sambil berbincang bincang kami bersama mulai menyesuaikan diri dengan air dan memasak beras dan mi rebus untuk mengganjal perut kami karena perjalanan masih panjang. Dan akhirnya pada pukul 06.30 kami mulai menyantap hidangan yang ada . emm nikmat.
setelah selesai semua kami mulai mengemasi salah satu tenda dari dua tenda yang kami dirikan . satu tenda tersebut untuk menyimpan barang bawaan kami karena perjalanan ke puncak ini cukup terjal dan licin jadi dengan menyesuaikan keadaan yang sedang berkabut tebal kami pun berangkat tannpa membawa apapun . trek dari pos 6 ke puncak harus ekstra hati hati dan tak boleh jauh dari tim karena memang kabut yang masih terlalu tebal. Tetap Semangat Kawan itu yang selalu kami lantunkan di perjalanan dan dengan motivasi motivasi membangun kami menapaki setiap perjalanan.
WooW . Akhirnya Pukul
08.15 kami sampai ke puncak dan tak lupa tentunya untuk narsis dan melepas
dengan keras suara suara konyol kami karena tak kuasa menahan bahagia telah
sampai di puncak.
Pukul 09.00
kami memutuskan untuk turun karena angin yang bercampur kabut mulai menghemus
sangat kencang. Beruntung pada kami karena saat sampai di tenda tempat bermalam
matahari mulai muncul dengan cerah . tak lupa kami narsis dulu. He.he. sebelum
meninggalkan tempat. Prepare dan persiapan segera kami lakukan dan tak lupa
berdoa mengingat jadwal kami untuk turun setelah mendaki agar tidak terlalu
malam saat sampai ke bawah.
Perjalanan
pun kami lakukan sangat cepat mengingat barang bawaan kami yang sudah sedikit
berkurang dan tak ada tanjakan terjal yang kami lewati . tak disangka kami tak
luput dari kata narsis ketika melihat pemandangan indah . he.he. sesekali
berhenti sejenak untuk berfoto ria.
Akhirnya
Pukul 14.00 kami sampai di pos bayangan tempat awal menginap. Dan kami pun
beristirahat dan berteduh karena hujan turun. Tak lupa ada bekal yang tersisa
kami habiskan di tempat tersebut untuk memulihkan tenaga kami.
.
Setelah semuanya
selesai.pukul 15.00 perjalanan kami lanjutkan kembali menuju pos awal . dan
akhirnya kami sampai di pos Awal dan lagi Lagi Kami Narsis Kembali he.he. ya
sekedar untuk mengenang perjalanan. Karena tak ada kata mengingat yang paling
indah selain kenangan.
Kemudian segera kami repair memanasi kendaraan kami dan
meluncur untuk kembali pulang terlintas di tepi jalan banyak yang menjajakan
Sate daging Kelinci . emm kami pun
segera menyambanginya mampir sejenak untuk mencicipi sate Kelinci.
Ternyata waktu
menunjukan pukul 17.30 kemudian Perjalanan kami Lanjutkan tiba di Rumah Pukul
19.00 . Puji Syukur kembali kami Lantunkan atas keselamatan kami semua . tak
terasa sampai di bawah badan kami terasa panas terutama Muka *pipi dan bibir
yang terasa menebal . ya munkin karena penyesuaian Suhu tubuh dengan Suhu
Lingkungan bisa jadi tubuh yang sedang mengalami revolusi kulit atau regenerasi kulit .hehe.
Huhh Sungguh Kenangan Pendakian yang tak
terlupakan. Semoga Cerita singkat kami ini memberikan Inspirasi bagi pendaki
lainya. Dan kami semua merasa terpangil kembali untuk Tadabur Alam di tempat
yang Lain . Sekian . Salam ELASKA 2 Januari 2015-01-1215
wE aRE FiGhTinG
Gunung Lawu (3.265 m) terletak di pulau jawa, tepatnya di perbatasan
Provinsi Jawa Tengah dan Jawa
Timur. Status gunung ini adalah gunung api "istirahat" dan telah lama
tidak aktif, terlihat dari rapatnya vegetasi serta puncaknya yang tererosi. Di
lerengnya terdapat kepundan kecil yang masih mengeluarkan uap air (fumarol) dan
belerang (solfatara). Gunung Lawu mempunyai kawasan bermacam Hutan. Gunung Lawu adalah
sumber inspirasi bagi para pendaki.
Gunung Lawu memiliki tiga puncak, Puncak Hargo Dalem, Hargo Dumiling
dan Hargo Dumilah. Yang terakhir ini adalah puncak tertinggi.
Di lereng gunung ini terdapat sejumlah tempat yang populer
sebagai tujuan wisata, terutama di daerah Tawangmangu, Cemorosewu, dan
Sarangan. Agak ke bawah, di sisi barat terdapat dua komplek percandian dari
masa akhir Majapahit yaitu candi Sukoh dan candi Cetho.
Di lain sisi kami tertantang untuk sampai ke Hargo Dumilah yang
konon katanya memerlukan perjalanan dan pengorbanan ekstra untuk menuju ke
sana. Perjalanan di mulai dari solo 31 Desember 2014 pukul 19.00 bersama om
jacko. Tante Rissya. Mbak Nela .mas Fitri . dan Mbak Widhi menaiki motor
seadanya melewati jalan gelap meliku
liku menuju ke cemoro sewu tempat awal pendakian. Puji Syukur Kami sampai di
pos awal pukul 08.00 . dan kami mulai persiapan membawa tas carier 70 liter
woow yang terberat berisi tenda dan air mineral dan doa bersama pun dilantunkan
untuk mulai pendakian. Elaska hok yess

Di awal perjalan kami berjalan santai menikmati dinginya udara
sambil berbanyol candaan. Setelah tertawa berlari dan bercanda sepertinya ada
salah satu teman yang butuh minum kemudian dikasih minum ***** teparlah dia. Karena
minumanya tidak sesuai dengan kondisinya . untuk awal perjalanan gunakanlah air
bening biasa. Jangan yang macem macem meskipun enaknya melebihi ara* . “matrass
mana matrasnya” begitu katanya usai tak dapat menahan tubuhnya.
Setelah semuanya oke perjalanan kami lanjutkan dan akhirnya
sampai di pos bayangan (sebelum pos 1) di situ terdapat sumber mata air dan
terdapat tempat yang cukup untuk mendirikan tenda. Akhirnya kami mendirikan 2
tenda ukuran 4 orang. Setelah tenda berdiri beruntunglah kami ternyata kondisi
kabut mulai turun dan meneteskan air. Kami pun mulai menghangatkan diri dengan
membuat susu hangat dan mie rebus di tenda. Bersyukur sekali atas nikmatnya
waktu itu jika teman teman mengetaui


Kami pun Tidur malam dengan nyenyak dan bangun pukul 04.00
karena alaram bunyi .karena masih nikmat kami pun terlelap kembali sampai
terbangun pukul 06 pagi .. haduh sunsetnya udah kelihatan. Eh sunrise.. kmi pun
berkemas dan melanjutkan perjalanan.
Setapak demi setapak jalan setapak kami lewati berpas pasan
dengan pendaki lainya kami beri salam semangat dan salam motivasi. Asyiknya perjalanan
waktu itu. Satu hal utuk pengalaman jika merasa gerah dengan pakaian atau jaket
dan melepasnya segera masukan ke dalam tas karena tak tau bisa bisa tersangkut
di pohon.“Termasuk temanmu jika kau merasa gerah dan ingin melepasya. Siap siap
saja menemuinya tersangkut di pohon He.he.”
Perjalanan
yang panjang dari pos 1 sampai pos 2 dari pos 2 ke pos 3,4,5 cukup menantang
karena tanjakan tanjakan setan ada di antaranya . kami pun cukup kehabisan
nafas melewatinya 1-3 langkah yang bisa kami jangkau dan 1-3 langkah itu kami
butuh waktu 15 menit untuk mengembalikan kondisi tubuh ,. Huh

Dan akhirnya
kami pun sampai di puncak pukul 16.00 kami pun beristirahat sejenak sambil
makan dan 17.00 kami mendirikan tenda persis di sendang hargo dumilah. Dingin sekali
kondisi pada waktu itu ditambah angin kencang beserta kabutnya. Meskipun kondisi
kurang mendukung akhrirnya kami daapat mendirikan tenda dengan kokoh sampai
pukul 18.00 . seperti biasa kami menghangatkan
diri dengan membuat susu hangat dan mie rebus. Meskipun air sudah
mendidih tetap saja terasa hangat di mulut kami tidak tahu kenapa mungkin karena
cuaca yang ssangat dingin.
Sambil menikmati
bekal makanan yang dibawa kami pun selalu berbagi candaan dan tawa cerita
sampai sampai memecah keheningan malam di puncak hargo dumilah. Puji syukur kami ucapkan dalam batin
atas nikmatnya malam pada waktu itu.
Begitu henningnya
malam kami pun malu dengan alam karena candaan kami yang mungkin terlalu gaduh, alhasil pukul
19.15 kami memutuskan untuk melanjutkan di atas bahtera mimpi alias tidur . di
antara diginya malam di puncak, kami berbagi tempat dan menggunakan sleeping
bed dengan maksimal dibalut kaos kaki dan sarung tangan menambah kenyamanan dan
tak lupa penutup kepala yang menambah kehangatan. Dalam sekejap kami pun
tertidur pulass diantara gemuruh awan yang menembus gunung. Malam begitu
panjang kami sesekali terbanngun untuk sekedar merapikan selimut. Namun ada
saalah satu teman yang mungkin tak kuat menahan dinginya malam sampai
mengeluarkan sesuaatu dari tubuhnya yang kemungkinan bisa membakar ap itu kami
juga tak tau karena tak berbentuk. Daripada kembung di perut .hehe,

Puji syukur
kami panjatkan karena kami semua dapat terbangun dengan selamat pada pukul
05.00 akan tetapi cuaca tak mendukung pada kami semua karena kondisi masih
menitikkan air . sunrise yang kami tunggu pun tak kunjung kelihatan. Tapi kami
tak patah semangat segera kami menghangatkan diri kembali dengan secangkir susu
hangat . emmm nikmatnya pagi hari, Puji syukur kembali kami lantunkan dalam
batin.
Sambil berbincang bincang kami bersama mulai menyesuaikan diri dengan air dan memasak beras dan mi rebus untuk mengganjal perut kami karena perjalanan masih panjang. Dan akhirnya pada pukul 06.30 kami mulai menyantap hidangan yang ada . emm nikmat.

setelah selesai semua kami mulai mengemasi salah satu tenda dari dua tenda yang kami dirikan . satu tenda tersebut untuk menyimpan barang bawaan kami karena perjalanan ke puncak ini cukup terjal dan licin jadi dengan menyesuaikan keadaan yang sedang berkabut tebal kami pun berangkat tannpa membawa apapun . trek dari pos 6 ke puncak harus ekstra hati hati dan tak boleh jauh dari tim karena memang kabut yang masih terlalu tebal. Tetap Semangat Kawan itu yang selalu kami lantunkan di perjalanan dan dengan motivasi motivasi membangun kami menapaki setiap perjalanan.

WooW . Akhirnya Pukul
08.15 kami sampai ke puncak dan tak lupa tentunya untuk narsis dan melepas
dengan keras suara suara konyol kami karena tak kuasa menahan bahagia telah
sampai di puncak.

Pukul 09.00
kami memutuskan untuk turun karena angin yang bercampur kabut mulai menghemus
sangat kencang. Beruntung pada kami karena saat sampai di tenda tempat bermalam
matahari mulai muncul dengan cerah . tak lupa kami narsis dulu. He.he. sebelum
meninggalkan tempat. Prepare dan persiapan segera kami lakukan dan tak lupa
berdoa mengingat jadwal kami untuk turun setelah mendaki agar tidak terlalu
malam saat sampai ke bawah.

Perjalanan
pun kami lakukan sangat cepat mengingat barang bawaan kami yang sudah sedikit
berkurang dan tak ada tanjakan terjal yang kami lewati . tak disangka kami tak
luput dari kata narsis ketika melihat pemandangan indah . he.he. sesekali
berhenti sejenak untuk berfoto ria.

Akhirnya
Pukul 14.00 kami sampai di pos bayangan tempat awal menginap. Dan kami pun
beristirahat dan berteduh karena hujan turun. Tak lupa ada bekal yang tersisa
kami habiskan di tempat tersebut untuk memulihkan tenaga kami.
.
Setelah semuanya
selesai.pukul 15.00 perjalanan kami lanjutkan kembali menuju pos awal . dan
akhirnya kami sampai di pos Awal dan lagi Lagi Kami Narsis Kembali he.he. ya
sekedar untuk mengenang perjalanan. Karena tak ada kata mengingat yang paling
indah selain kenangan.
Kemudian segera kami repair memanasi kendaraan kami dan
meluncur untuk kembali pulang terlintas di tepi jalan banyak yang menjajakan
Sate daging Kelinci . emm kami pun
segera menyambanginya mampir sejenak untuk mencicipi sate Kelinci.
Ternyata waktu
menunjukan pukul 17.30 kemudian Perjalanan kami Lanjutkan tiba di Rumah Pukul
19.00 . Puji Syukur kembali kami Lantunkan atas keselamatan kami semua . tak
terasa sampai di bawah badan kami terasa panas terutama Muka *pipi dan bibir
yang terasa menebal . ya munkin karena penyesuaian Suhu tubuh dengan Suhu
Lingkungan bisa jadi tubuh yang sedang mengalami revolusi kulit atau regenerasi kulit .hehe.
Huhh Sungguh Kenangan Pendakian yang tak
terlupakan. Semoga Cerita singkat kami ini memberikan Inspirasi bagi pendaki
lainya. Dan kami semua merasa terpangil kembali untuk Tadabur Alam di tempat
yang Lain . Sekian . Salam ELASKA 2 Januari 2015-01-1215

wE aRE FiGhTinG

