Contoh Kesalahan !pada Desain Logo Usaha Kecil
Desain logo merupakan salah satu kunci sukses dari pengembangan bisnis
anda. Selain berfungsi sebagai “identitas”, desain logo juga menjadi
representasi dari profesionalisme dan nilai-nilai perusahaan.
Sayangnya, tidak semua perusahaan menyadari hal ini, terutama pebisnis
pemula atau usaha kecil. Mereka seringkali menganggap bahwa di awal perjalanan
bisnis mereka, desain logo hanya sekedar gambar. Anggapan yang salah ini
berpotensi menghasilkan logo yang buruk dan apabila terus dipertahankan, dapat
mengakibatkan hilangnya minat klien atau pelanggan potensial.
Berikut ini adalah kesalahan-kesalahan umum yang sering dilakukan oleh
usaha kecil dalam mengembangkan desain logo perusahaan mereka.
1. Mengambil gambar dari Clip Art.
Untuk menghemat pengeluaran, pilihan gambar untuk desain logo biasanya
diambil secara acak dari internet atau menggunakan Clip Art. Kesalahan ini dapat mengakibatkan logo anda terkesan murah dan terlihat
tidak profesional. Bahkan, kemungkinan terburuk dari logo anda adalah munculnya
klaim hak cipta dari pemilik gambar atau elemen lain yang anda gunakan.
Tentunya anda tidak ingin berurusan dengan hukum hanya karena salah memilih
logo, bukan?
2. Menggunakan Huruf Rumit.
Selain gambar, sebuah logo juga menyertakan elemen Huruf di dalamnya.
Keinginan untuk menuliskan nama perusahaan menggunakan font indah yang rumit
merupakan salah satu kesalahan mendasar dari pemilik usaha kecil.
Padahal, pemilihan jenis huruf harus didasarkan pada produk dan jasa yang
ditawarkan oleh perusahaan anda. Kesalahan dalam penggunaan huruf tidak hanya
membuat logo anda menjadi tidak terbaca, tetapi juga dapat mengirim persepsi
yang salah pada pelanggan.
Oleh karena itu, pahami aturan untuk desain font pada logo, agar
logo anda mudah dibaca, dikenali, dan tepat dalam menyampaikan pesan perusahaan
kepada klien atau pelanggan.
3. Menggunakan foto atau grafik yang rumit.
Terkadang, keinginan untuk menampilkan logo dengan gambar fantastis atau
grafik yang terlihat rumit, membuat pemilik usaha kecil mengabaikan efek
lanjutan dari pemilihan tersebut.
Mereka tidak menyadari bahwa penggunaan gambar atau grafik yang rumit dalam
desain logo tersebut mungkin terlihat fantastis di internet, namun tidak cocok
ketika diimplementasikan ke dalam media offline, seperti kop surat atau kartu
nama.
4. Kombinasi warna.
Menggunakan
huruf berwarna-warni mungkin menjadi trend di tahun 80-an. Tapi, di abad 21
ini, pemilihan huruf dengan warna-warni semacam itu justru dapat menimbulkan
kesan informal atau kurang profesional. Setidaknya, kombinasi warna menggunakan
2-4 warna primer, seperti cyan, magenta, yellow, dan black. Penggunaan warna
yang terlalu banyak juga akan membuat desain logo tampil terlalu rumit dan
membuat proses pencetakan menjadi lebih sulit untuk menghasilkan warna yang
sesuai dengan kehendak anda.
Kenali dan pahami psikology warna dalam desain logo agar logo anda
dapat menyampaikan “sesuatu” kepada pelanggan atau klien anda.
5. Slogan yang berlebihan.
Penggunaan slogan mungkin menjadi ide yang menarik dan kreatif. Namun, jika
slogan tersebut tidak berhubungan dengan apa yang anda lakukan, hal itu malah
akan menjadi bumerang bagi perusahaan anda sendiri. Perlu anda ingat bahwa
kreatifitas dalam desain logo terbatas pada elemen grafis, tidak pesan.
6. Menggunakan bayangan atau efek khusus.
Memiliki keinginan untuk
tampil “WAH” menggunakan bayangan atau efek khusus sering dilakukan oleh
pemilik usaha kecil dalam membuat logo perusahaan mereka. Namun, satu hal yang
sering tidak disadari adalah akibat dari penggunaan efek-efek khusus tersebut,
yaitu implementasi logo ke dalam media cetak dan bentuk hitam putih.
Sah-sah saja menggunakan bayangan atau efek khusus dalam desain logo. Tapi,
jika berlebihan, efek ini justru akan menimbulkan kesan amatir.
7. Menambahkan teks yang tidak perlu.
Sebagai pemilik sebuah perusahaan, mungkin ada keinginan kuat untuk
menunjukkan pada klien atau pelanggan mengenai status perusahaan, sehingga
kata-kata PT atau Perusahaan Terbatas muncul di dalam desain
logo. Sebenarnya, unsur-unsur semacam itu tidak diperlukan dalam sebuah
desain logo. Namun, jika anda bersikeras dan beranggapan bahwa mencantumkan PT
adalah hal penting untuk produk dan layanan yang anda berikan, maka dapat
dipertimbangkan untuk menambahkan konsep ini dalam tagline atau slogan anda
sebagai gantinya.
Banyak perusahaan besar yang melakukan re-design logo demi tujuan akhir
yang lebih besar. Tidak hanya bagi perusahaan besar,pembuatan logo menjadi sangat penting bagi pelaku usaha kecil,
karena berkaitan dengan produk dan jasa yang anda tawarkan. Kesalahan
dalam pembuatan logo dapat memberikan kesan yang salah pula terhadap pelanggan.