Langsung ke konten utama

Menemui Masa Pelik Pada Bisnis

Menemui Masa Pelik Pada Bisnis Anda?


Saat pertama kali Anda berencana membuat bisnis, tentunya Anda juga harus ingat bahwa setiap perjalanan tidak akan berjalan semulus yang Anda inginkan. Anda pasti akan menemukan masa pelik atau sulit pada bisnis Anda. Terutama jika Anda masih dalam golongan bisnis kecil. Tapi, apakah Anda sudah tahu apa yang harus Anda lakukan dalam menjalani masa sulit? Apa yang bisa Anda lakukan untuk bertahan hidup? Walaupun Anda tidak memiliki pedoman yang pasti, namun ada beberapa strategi umum pemilik bisnis saat masa pelik.
Tips 1: Lihatlah Gambaran Besar

Orang-orang memiliki kecenderungan untuk menyerang masalah yang paling jelas dengan semangat dan tanpa ragu-ragu. Itu bisa dimengerti, dan mungkin pendekatan masuk akal bisnis yang baik dalam beberapa situasi. Namun, juga dianjurkan untuk melihat “gambaran besar” untuk membuat perubahan positif, memahami ukuran dan ruang lingkup masalah dan memahami model bisnis perusahaan, dan bagaimana kekuatan dan kelemahan ikut bermain.
Sebagai contoh, misalkan seorang pemilik usaha kecil menemukan bahwa dua karyawan secara konsisten membuat kesalahan dengan persediaan yang menyebabkan pasokan tertentu menjadi over atau di bawah standar. Sementara reaksi naluriah mungkin memecat karyawan, pendekatan lain mungkin untuk menguji apakah manajer yang mempekerjakan dan mengawasi mereka telah terlatih karyawan ini, atau jika manajer adalah masalah nyata. Sama seperti dalam berinvestasi, dengan melihat masalah dari perspektif top-down adalah mungkin untuk mengurangi atau menghilangkan kemungkinan bahwa masalah ini akan terjadi lagi.
Menggunakan contoh di atas, seorang manajer mungkin memecat dua karyawan rawan kesalahan, atau mungkin bahkan manajer, tanpa pikir panjang. Hal ini dapat merusak bisnis, namun, jika hubungan manajer dengan klien yang ada memiliki sejarah membawa bisnis yang berulang dan pendapatan yang besar. Beberapa pelatihan yang sederhana untuk manajer yang mungkin menjadi alternatif yang lebih baik dari pemutusan.
Mengambil pendekatan top-down dan memahami masalah yang sebenarnya yang memegang bisnis Anda kembali, tidak hanya akan membantu Anda menjalani masa sulit, tetapi juga akan membantu Anda memahami kekuatan perusahaan serta kelemahan, dan mencegah perubahan dari negatif mempengaruhi penjualan masa depan.
Tips 2: Ambil Persediaan Staf

Gaji adalah salah satu biaya atas pemilik usaha kecil, sehingga memastikan uang tersebut digunakan dengan baik adalah hal yang penting. Ini mungkin melibatkan kajian menyeluruh staf – baik ketika sebuah masalah muncul, serta selama kegiatan usaha normal – untuk memastikan orang yang tepat on-board dan melakukan pekerjaan mereka secara efektif.
Kedua pemilik usaha kecil dan perusahaan besar cenderung “masa bodoh dan bijaksana” ketika mereka menyewa pekerja paling mahal. Kadang-kadang, produktivitas para pekerja mungkin menjadi tersangka. Mempekerjakan seorang pekerja yang biaya 20% lebih dari rata-rata pekerja tapi yang bekerja 40% lebih efektif masuk akal, terutama selama periode krisis. Dengan terus-menerus mencari resume dan wawancara dari orang-orang baru, pemilik bisnis dapat membuat perubahan staf bila diperlukan untuk meningkatkan efisiensi.
Tips 3: Jauhkan Uang Terus Mengalir
Pemilik usaha kecil harus mengambil langkah untuk memastikan bahwa perusahaan memiliki akses ke uang tunai, terutama di masa-masa sulit. Mengunjungi petugas pinjaman bank dan memahami apa yang diperlukan untuk mendapatkan pinjaman adalah langkah pertama yang baik, seperti yang membuka jalur kredit di muka untuk mendanai masalah arus kas jangka pendek mungkin.
Pemilik usaha kecil harus memiliki potensi sumber modal lain berbaris juga. Ini mungkin termasuk memanfaatkan tabungan, melikuidasi kepemilikan saham, atau pinjaman dari anggota keluarga. Seorang pemilik usaha kecil harus memiliki akses ke modal atau memiliki cara kreatif untuk mendapatkan dana untuk membuatnya melalui masa paceklik. Tidak ada pengganti untuk memiliki uang tunai di siap.
Tips 4: Mulai Perhatikan Hal-Hal Kecil

Meskipun penting untuk mengawasi gambaran besar, tetapi pemilik usaha kecil tidak boleh mengabaikan hal-hal kecil yang mungkin memiliki dampak negatif pada bisnis.
Sebuah pohon besar menghalangi pandangan masyarakat bisnis atau signageperusahaan, parkir yang tidak memadai, kurangnya lalu lintas jalan/akses atau iklan tidak efektif adalah contoh masalah kecil yang dapat menempatkan penyok besar di bottom line bisnis.
Mengingat dan menganalisis berbagai faktor yang membawa pelanggan di pintu dapat membantu mengidentifikasi beberapa masalah. Akan melalui Anda triwulanan biaya baris demi baris juga dapat membantu Anda mengisolasi dan mengidentifikasi masalah. Pemilik tidak harus memeriksa untuk biaya satu-waktu di sini (seperti barang-barang yang paling mungkin biaya yang diperlukan), melainkan pemilik harus mencari barang-barang kecil yang tampaknya tidak bersalah, tetapi sebenarnya menguras rekening. Misalnya, barang-barang seperti perlengkapan kantor dengan cepat keluar dari tangan jika memesan benar. Demikian pula, jika pemasok Anda meningkatkan harga produk, Anda harus mempertimbangkan mencari-cari pemasok lebih murah.
Tips 5: Jangan Korbankan Kualitas

Jika masalahnya adalah masalah produk masuk akal untuk menyerang kepala. Hal ini juga masuk akal untuk tetap menyerang dan karyawan di papan dengan perubahan yang sedang dibuat. Namun, pemilik harus menyadari tidak mengorbankan kualitas ketika membuat perubahan produk.
Pemilik bisnis yang ingin meningkatkan margin pada produk tertentu harus waspada membuat perubahan dramatis untuk komponen tertentu. Misalnya, jika Parking akan melalui musim kering pemilik bisa berusaha untuk memperluas margin per pie dengan membeli keju murah atau bahan saus. Namun, strategi tersebut bisa menjadi bumerang jika pelanggan menjadi tidak puas dengan rasa (kualitas) dari pizza dan penurunan penjualan. Kuncinya adalah untuk membuat biaya dan pemotongan lainnya, sementara tetap mempertahankan kualitas produk jadi.


Postingan populer dari blog ini

Dalam artikel ini kita akan bermain dengan suara bersama Arduino mulai dari menggunakan fungsi tone() untuk membangkitkan nada hingga proyek kompleks yang sanggup membuat Arduino memainkan musik polyphonic dan mengucapkan kalimat yang diberikan dari masukan berupa teks. Untuk itu artikel ini akan dibagi menjadi beberapa bagian bersambung. Mari kita mulai dari yang paling sederhana…   membangkitkan nada dengan frekuensi tertentu . Sebelum memulai dengan kode program, mari kita buat perangkat kerasnya terlebih dahulu. Yang perlu kita persiapkan: ·         Arduino Uno ·         Speaker   8 ohm ·         Resistor 100 ohm ·         Papan Rancang  Purnarupa ( Prototype Design Board ), atau dikenal dengan istilah Breadboard Hubungkan komponen-komponen elektronika yang sudah Anda siapkan seperti ilustrasi di bawah ini ( c...

Refresing Muhammadiyah

Refresing Muhammadiyah Banyak agenda yang didasari tentang pengajian namun kali ini namanya cukup menarik. Refresing seringkali dimaknai dengan bersenang senang. berbeda dengan Muhammadiyah, dalam hal ini makna refresing sangat luar biasa yaitu dengan pengajian dan siraman rohani. Salah satunya adalah yang diadakan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surakarta  dengan pembicara Dr. H. Abdul Mu'ti, M.Ed  20 Juni 2016 / 17 Ramadhan 1437 jam 20.00 sampai elesai Di Balai Muhammadiyah Surakarta. Temanya "Ramadhan dan Spirit Baru Melaksanakan Amanah Persyarikatan" menurut pak Mu'ti Gerakan adalah proses yang dinamis . Muhammadiyah mesti mesti move on. Gerakan harus proaktiv. Dalam beberapa hal harus agresif . Tidak hanya bersegera dalam kebaikan namun fastabiqul khoirot. Dakwak itu tidak harus berupa retorika dan orasi . Memberikan contoh itu juga merupakan dakwah . Harapannya adalah dapat mencari model atau bentuk dakwah dalam masyarakat sesuai perkembangan zaman.  Sesu...

PENDAKIAN MERBABU

Gunung Merbabu  adalah gunung yang berada di wilayah Kabupaten Magelang di lereng sebelah barat dan Kabupaten Boyolali di lereng sebelah timur dan selatan Kota Salatiga dan  K abupaten Semarangdi lereng sebelah utara, Provinsi Jawa Tengah. Gunung ini pernah meletus pada tahun 1560 dan 1797. Dilaporkan juga pada tahun 1570 pernah meletus, akan tetapi belum dilakukan konfirmasi dan penelitian lebih lanjut. Puncak gunung Merbabu berada pada ketinggian 3.145 meter di atas permukaan air laut.    Gunung Merbabu cukup populer sebagai ajang kegiatan pendakian. Medannya tidak terlalu berat namun potensi bahaya yang harus diperhatikan pendaki adalah udara dingin, kabut tebal, hutan yang lebat namun homogen (hutan tumbuhan runjung , yang tidak cukup mendukung sarana bertahan hidup atau  survival ), serta ketiadaan sumber air. Penghormatan terhadap tradisi warga setempat juga perlu menjadi pertimbangan perjalanan kami mulai dari solo , ada ...