Segenap relawan muhammadiyah mengemban tugas mulia
Solo saat bencana banjir menjadi perhatian banyak kalangan. Cukup menarik karena bencana banjir ini terjadi saat bulan ramadhan 1437 H atau 2016M. Kalangan media berbondong bondong meliput kejadian. relawan Masyarakat maupun aparat pemerintahan turut terjun langsung mengani korban bencana banjir. Berbeda dengan relawan muhammadiyah, tak hanya menangani korban bencana namun juga memastikan masyarakat muslim dapat menjalankan sahur dan ibadah puasa dengan menyalurkan logistik. Sungguh tugas mulia. Sembari membatu juga bagaimana menjaga ukhuwah islamiyah dan menegakkan syariah sbagai perwujudan muhammadiyah yang berkemajuan dan mencerahkan .
#PCPM Jebres, Solo
#LPB Solo
#KOKAM Solo
#DSD HW Solo
#pihak yang ikut membantu
Mudah mudahan masyarakat berbahagia dengan kehadiran relawan muhammadiyah ini
Anak Kuliah “ Setelah dijalani, ternyata kuliah itu sibuk. Banyak tugas. Dosen juga lebih keras ketimbang guru,” begitulah pengamatan Jati yang menempuh pendidikan teknik elektro di universitas surakarta. Hary teman sekelasnya juga mengalami hal serupa. Menurutnya, kuliah terkesan santai karena dosen relatif cuek sama mahasiswa. “Dosen nggak peduli mahasiswanya mau masuk kelas atau nggak, dan apakah mereka paham materinya atau tidak,” curhatnya. Intinya sih, anak kuliah dituntut untuk lebih bertanggungjawab terhadap dirinya sendiri. Kalau mau lulus mata kuliah, ya harus rajin. Semua harus dilakukan dengan kesadaran sendiri, karena nggak ada pengajar atau guru BP yang akan bolak-balik mengingatkan.